jump to navigation

Dawn of The Dragons – bag 5 March 21, 2008

Posted by arczre in Adventure, Fantasy.
Tags: , ,
add a comment

Bertahan 2

Jagu bergolak hatinya ketika para monster ciptaannya dengan mudah dicabik-cabik oleh Yarma. Naga hijau itu ternyata lebih kuat daripada dugaannya selama ini. Dia mencoba untuk tetap bisa tegar menghadapi Yarma, walaupun mengetahui tak akan mungkin dia bisa menang melawan sang naga. Luerthe benar-benar berambisi untuk bisa mengalahkannya. Keseriusannya itu sudah terbukti. Tiga monster pohon raksasanya dikalahkan dengan dicabik-cabik oleh Yarma dengan brutal. Sang naga terbang ke langit hingga seolah-olah tak bisa dijangkau oleh siapapun. Lalu hewan itu berbalik dan menukik ke bawah.

Apabila dua orang penyihir bertempur, mereka menggunakan kekuatan pikiran mereka untuk menjatuhkan lawan. Itulah yang dilakukan oleh kedua orang ini. Selain berhadapan langsung, mereka juga saling berperang dalam benak mereka. Jagu mencoba membobol isi pikiran Luerthe dan juga sebaliknya Luerthe mencoba menembus pikiran Jagu. Keduanya benar-benar bertempur antara kenyataan dan maya.

“La Zarathu”, kata Jagu.

Jagu menumbuhkan akar-akar pohon lalu membentuk ribuan anak panah secara alami dan kemudian membentuk busurnya. Ribuan panah itu terarah ke Luerthe dan Yarma. Kecepatan naga itu semakin cepat ke bawah, seolah-olah ingin langsung menghantam Jagu yang ada di bawah sana. Dan ketika Luerthe dan Yarma sudah semakin dekat, Jagu menunjuk ke arah Luerthe dan Yarma. Langsung saja ribuan anak panah menghantam ke duanya. Namun Yarma dan Luerthe berpisah. Luerthe melesat menjauh dari Yarma, sehingga ia tak terkena anak panah. Sayap Yarma terkena panah tapi ia masih bisa sempat menghindar. Luerthe lalu mendarat dengan sukses di atas tanah hutan Fogus.
(more…)

Dawn of The Dragons – bag 4 March 20, 2008

Posted by arczre in Adventure, Fantasy.
Tags: , ,
add a comment

Bertahan 1

Sang raja terus-menerus memperhatikan setiap pertempuran yang terjadi. Ia melihat para Mist membentengi diri mereka dengan perisai yang mereka buat dengan menggunakan sihir. Ribuan Troll dan Kull mencoba memakai tangga untuk menjangkau benteng. Para prajurit bergotong-royong untuk menjatuhkan tangganya. Beberapa Kull dan Troll mati terpanah dan terjatuh dari tangga. Pertempuran untuk bertahan ini begitu sengit, sementara ini keunggulan berada di tangan pasukan Aldemaria. Mereka bisa membendung serangan pasukan musuh. Namun raja berpendapat lain. Ia masih khawatir.

“Yang Mulia sepertinya kita berada di atas angin”, kata salah seorang prajurit yang baru datang.

“Kalian jangan bangga dulu. Mereka baru pemanasan, pertempuran yang sesungguhnya belum terjadi”, kata sang raja. “Perasaanku tidak enak, bagaimana keadaan hutan Fogus?”

“Tim kavaleri sudah dikirim ke sana”, kata sang panglima.

“Aku tidak bertanya pasukannya, aku bertanya bagaimana keadaannya”, kata sang raja.

Tiba-tiba dari langit muncul seekor elang yang terbang mengitari kerajaan Aldemaria. Elang itu berputar dan berputar dengan suaranya yang melengking. Raja mendongak, ia tampaknya mengetahui sesuatu. Elang itu pun mulai mendarat di atas kerajaan Aldemaria. Sang raja menarik nafas panjang. Ia kenal burung elang itu. Dan elang itu ukurannya tidak normal, elang itu tiga kali lebih besar dari ukuran manusia.
(more…)

Dawn of The Dragons – bag 3 March 14, 2008

Posted by arczre in Adventure, Fantasy.
Tags: , ,
1 comment so far

Invasi

Nu duduk di pinggir sumur yang ada di dekat tenda wanita gipsi itu. Ia menggigil apabila mengingat lagi apa yang dikatakan si wanita tadi. Nu melihat tanah yang ia pijak. Terus terang baginya adalah hal yang mustahil untuk bisa menerima perkataan wanita gipsi tersebut. Tapi ketika ia telah melihat peri dengan mata kepalanya sendiri, maka batas-batas rasa ketidak percayaan itu hilang. Ia makin yakin dan mantap kalau mimpinya adalah sebuah pertanda. Pertanda yang akan mengantarkan dirinya menuju ke sebuah samudra yang luas, yang disebut dengan petualangan.

Paman Nu baru datang setelah lama sekali Nu menunggu dengan perasaan yang bercampur aduk. Pamannya duduk di sebelahnya. Nu terkejut dengan kehadiran pamannya itu. Ia lalu berdiri.

“Mau kemana, kita duduk dulu”, kata pamannya. Tampak sang paman membawa sebuah karung.

“Apa itu paman?”, tanya Nu sambil duduk.

“Kebutuhan sehari-hari, paman sengaja beli banyak”, kata paman. “Untuk berjaga-jaga karena semua orang takut akan ancaman Dedgard yang akan menyerang Aldemaria.”

“Bagaimana ancamannya?”, tanya Nu.

“Aku dengar dari prajurit, ‘Untuk seluruh penduduk Aldemaria, kesempatan kalian tunduk di bawah kepemimpinan Dedgard hanya tinggal hari ini!!’ dan tentu saja itu membuat semua orang panik. Seperti para prajurit yang kita lihat tadi, mereka semua bersiap untuk penyerangan tiba-tiba”.

“Memangnya Aldemaria sudah terkepung?”, tanya Nu.

“Kelihatannya seperti itu, satu-satunya jalan yang paling mudah adalah dari pintu depan Aldemaria yang merupakan padang pasir yang luas dan pintu sebelah timur, sebab pintu belakang Aldemaria adalah air terjun Rockdown, pintu sebelah barat adalah hutan Fogus, pintu sebelah timur adalah padang rumput Aldemaria yang sangat luas”, kata paman.
(more…)