Catatan Terhadap Dawn of the Dragons April 2, 2008
Posted by arczre in Uncategorized.add a comment
Ternyata ada serial Dawn of the Dragons. Setelah kemarin aku cari-cari di internet. Well, kalau begitu dengan terpaksa aku merubah ceritanya dan juga judulnya dari awal. Mohon maaf yang udah baca ceritaku. Setelah ini ceritanya benar-benar restart. Dengan judul yang baru. Semoga kalian suka.
Dawn of The Dragons – bag 5 March 21, 2008
Posted by arczre in Adventure, Fantasy.Tags: fantasi, fiksi, novel
add a comment
Bertahan 2
Jagu bergolak hatinya ketika para monster ciptaannya dengan mudah dicabik-cabik oleh Yarma. Naga hijau itu ternyata lebih kuat daripada dugaannya selama ini. Dia mencoba untuk tetap bisa tegar menghadapi Yarma, walaupun mengetahui tak akan mungkin dia bisa menang melawan sang naga. Luerthe benar-benar berambisi untuk bisa mengalahkannya. Keseriusannya itu sudah terbukti. Tiga monster pohon raksasanya dikalahkan dengan dicabik-cabik oleh Yarma dengan brutal. Sang naga terbang ke langit hingga seolah-olah tak bisa dijangkau oleh siapapun. Lalu hewan itu berbalik dan menukik ke bawah.
Apabila dua orang penyihir bertempur, mereka menggunakan kekuatan pikiran mereka untuk menjatuhkan lawan. Itulah yang dilakukan oleh kedua orang ini. Selain berhadapan langsung, mereka juga saling berperang dalam benak mereka. Jagu mencoba membobol isi pikiran Luerthe dan juga sebaliknya Luerthe mencoba menembus pikiran Jagu. Keduanya benar-benar bertempur antara kenyataan dan maya.
“La Zarathu”, kata Jagu.
Jagu menumbuhkan akar-akar pohon lalu membentuk ribuan anak panah secara alami dan kemudian membentuk busurnya. Ribuan panah itu terarah ke Luerthe dan Yarma. Kecepatan naga itu semakin cepat ke bawah, seolah-olah ingin langsung menghantam Jagu yang ada di bawah sana. Dan ketika Luerthe dan Yarma sudah semakin dekat, Jagu menunjuk ke arah Luerthe dan Yarma. Langsung saja ribuan anak panah menghantam ke duanya. Namun Yarma dan Luerthe berpisah. Luerthe melesat menjauh dari Yarma, sehingga ia tak terkena anak panah. Sayap Yarma terkena panah tapi ia masih bisa sempat menghindar. Luerthe lalu mendarat dengan sukses di atas tanah hutan Fogus.
(more…)
Dawn of The Dragons – bag 4 March 20, 2008
Posted by arczre in Adventure, Fantasy.Tags: fantasi, fiksi, novel
add a comment
Bertahan 1
Sang raja terus-menerus memperhatikan setiap pertempuran yang terjadi. Ia melihat para Mist membentengi diri mereka dengan perisai yang mereka buat dengan menggunakan sihir. Ribuan Troll dan Kull mencoba memakai tangga untuk menjangkau benteng. Para prajurit bergotong-royong untuk menjatuhkan tangganya. Beberapa Kull dan Troll mati terpanah dan terjatuh dari tangga. Pertempuran untuk bertahan ini begitu sengit, sementara ini keunggulan berada di tangan pasukan Aldemaria. Mereka bisa membendung serangan pasukan musuh. Namun raja berpendapat lain. Ia masih khawatir.
“Yang Mulia sepertinya kita berada di atas angin”, kata salah seorang prajurit yang baru datang.
“Kalian jangan bangga dulu. Mereka baru pemanasan, pertempuran yang sesungguhnya belum terjadi”, kata sang raja. “Perasaanku tidak enak, bagaimana keadaan hutan Fogus?”
“Tim kavaleri sudah dikirim ke sana”, kata sang panglima.
“Aku tidak bertanya pasukannya, aku bertanya bagaimana keadaannya”, kata sang raja.
Tiba-tiba dari langit muncul seekor elang yang terbang mengitari kerajaan Aldemaria. Elang itu berputar dan berputar dengan suaranya yang melengking. Raja mendongak, ia tampaknya mengetahui sesuatu. Elang itu pun mulai mendarat di atas kerajaan Aldemaria. Sang raja menarik nafas panjang. Ia kenal burung elang itu. Dan elang itu ukurannya tidak normal, elang itu tiga kali lebih besar dari ukuran manusia.
(more…)
Dawn of The Dragons – bag 3 March 14, 2008
Posted by arczre in Adventure, Fantasy.Tags: fantasi, fiksi, novel
1 comment so far
Invasi
Nu duduk di pinggir sumur yang ada di dekat tenda wanita gipsi itu. Ia menggigil apabila mengingat lagi apa yang dikatakan si wanita tadi. Nu melihat tanah yang ia pijak. Terus terang baginya adalah hal yang mustahil untuk bisa menerima perkataan wanita gipsi tersebut. Tapi ketika ia telah melihat peri dengan mata kepalanya sendiri, maka batas-batas rasa ketidak percayaan itu hilang. Ia makin yakin dan mantap kalau mimpinya adalah sebuah pertanda. Pertanda yang akan mengantarkan dirinya menuju ke sebuah samudra yang luas, yang disebut dengan petualangan.
Paman Nu baru datang setelah lama sekali Nu menunggu dengan perasaan yang bercampur aduk. Pamannya duduk di sebelahnya. Nu terkejut dengan kehadiran pamannya itu. Ia lalu berdiri.
“Mau kemana, kita duduk dulu”, kata pamannya. Tampak sang paman membawa sebuah karung.
“Apa itu paman?”, tanya Nu sambil duduk.
“Kebutuhan sehari-hari, paman sengaja beli banyak”, kata paman. “Untuk berjaga-jaga karena semua orang takut akan ancaman Dedgard yang akan menyerang Aldemaria.”
“Bagaimana ancamannya?”, tanya Nu.
“Aku dengar dari prajurit, ‘Untuk seluruh penduduk Aldemaria, kesempatan kalian tunduk di bawah kepemimpinan Dedgard hanya tinggal hari ini!!’ dan tentu saja itu membuat semua orang panik. Seperti para prajurit yang kita lihat tadi, mereka semua bersiap untuk penyerangan tiba-tiba”.
“Memangnya Aldemaria sudah terkepung?”, tanya Nu.
“Kelihatannya seperti itu, satu-satunya jalan yang paling mudah adalah dari pintu depan Aldemaria yang merupakan padang pasir yang luas dan pintu sebelah timur, sebab pintu belakang Aldemaria adalah air terjun Rockdown, pintu sebelah barat adalah hutan Fogus, pintu sebelah timur adalah padang rumput Aldemaria yang sangat luas”, kata paman.
(more…)
Dawn of The Dragons – bag 2 March 12, 2008
Posted by arczre in Fantasy.Tags: fantasi, fiksi, novel
add a comment
Si Pengganggu
Nu terbangun ketika percikan air mengenai wajahnya. Ia melihat seorang laki-laki asing yang ada di depannya dengan wajah yang penuh tanda tanya. “Waaa…..!!!”, dengan suara yang mengejutkan ia berjalan mundur dan mundur lalu jatuh dari kasur anyaman yang terbuat dari rumput, dedaunan dan tanaman jalar. Nu jatuh bedebum. Ia lalu mengerang.
“A mu(Ada apa)?”, tanya Verta yang kepalanya menyembul dari sebuah rumah pohon yang sangat besar.
Rumah pohon itu dibuat benar-benar menjadikan sebuah pohon yang sangat besar sebagai tempat tinggal. Wajah Verta menampakkan sebuah senyuman, lalu disusul tawa yang memecah suasana hening. Jagu mengerutkan dahi, ia merasa dirinya adalah orang yang paling aneh yang ada di tempat itu.
Nu bangkit lalu merasakan pegal-pegal di tubuhnya. Ia melihat wajah Verta dan Jagu, juga melihat rumah pohon yang besar itu. Ia meringis sambil memijati pinggangnya yang kesakitan. Ia juga memeriksa kepalanya apakah terluka atau tidak, karena ia merasa sangat pusing.
“Kau tak apa-apa?”, tanya Verta dengan benaknya.
“Ya, rasanya tak apa-apa”, jawab Nu dengan benaknya.
Jagu lalu berjalan ke arah Verta, hal yang menakjubkan terjadi lagi. Kini setiap Jagu melangkah tanaman jalar tumbuh untuk menjadi alas pijakannya, hingga Jagu sampai di rumah pohon. Nu mengernyit, baginya petualangan fantastis yang berkali-kali ini membuatnya serasa berada di sebuah negeri dongeng. Namun hal ini benar-benar nyata, kalau dibandingkan cerita-cerita yang sering didengar dari bibinya. Ia benar-benar terkejut, terpesona dan sangat kaget menyaksikan peristiwa yang luar biasa tersebut.
(more…)
Dawn of The Dragons – bag 1 March 11, 2008
Posted by arczre in Fantasy.Tags: dongeng, Dragons, fantasi, novel
6 comments
Dua Penjaga Hutan
Jauh di dalam sebuah hutan rimba, tempat di mana seluruh makhluk saling memakan, saling bertahan hidup di hukum rimba yang sangat agung, hiduplah 2 spirit yang satu bernama Jagu, yang satunya bernama Verta. Mereka berdua hidup tanpa terusik oleh satupun manusia yang berada di luar dunia mereka. Mereka berdua, setiap hari bersenang-senang, menjaga hutan, bermain bersama teman-teman mereka di hutan, yaitu para binatang, dan juga spirit-spirit yang lainnya.
Jagu adalah spirit yang mempunyai sayap seperti kupu-kupu. Tubuhnya seperti manusia pada umunya, telinganya panjang dan rambutnya berwarna putih. Sedangkan Verta, adalah spirit yang mempunyai sayap seperti sayap kelelawar berwarna. Tubuhnya juga mirip manusia dan rambutnya berwarna ungu. Mereka berdua adalah kakak beradik. Lahir dari kuncup bunga Farga, yang menyerap air kehidupan Luth.
Di Aldemaria, Luth dipercaya sebagai pembawa kehidupan. Sebuah spirit yang sangat besar yang hidup di dalam inti bumi. Manusia dan ras-ras lain di Aldemaria percaya bahwa Luth melindungi mereka, dan memberikan kehidupan mereka. Mereka juga mengenal Ramsus, sebagai spirit yang jelek, yang mana tugasnya hanya merusak dan merusak. Di Aldemaria, ada sekte-sekte agama yang mereka menganggap Luth sebagai dewa, ataupun Ramsus yang juga dianggap sebagai dewa.
Matahari menyinari bumi Aldemaria. Cahayanya mencoba masuk ke sela-sela dedaunan yang rindang di belantara hutan. Tampak dari pegunungan Fogus kabut masih membumbung, walaupun matahari telah menyinarinya, tapi tak mampu menghilangkan gumpalan kabut yang tebal itu.
(more…)
Syahid itu Tinggal Mimpi February 6, 2008
Posted by arczre in Cerpen.Tags: Cerpen
1 comment so far
Aku mematut diri di depan cermin. Hari ini presentasi pertamaku. Aku harus terlihat confidence di hadapan dosen dan seluruh teman sekelasku. Kumasukkan seluruh bahan yang kuperlukan ke dalam rangsel hitamku. Kini, aku siap menimba ilmu di kampus.
Si mungil HP terdengar merengek dalam tas ku. Tanda masuknya sebuah panggilan baru..
1 Missed Call
Ratih, sahabat setiaku yang memang hari ini ada rencana untuk berangkat bersamaku. Tak kuhiraukan panggilan itu. Paling-paling dia hanya mengingatkanku untuk segera menjemputnya di rumah.
Segera kustarter motorku. Tentunya setelah kupakai helm dan slayer biru kesayanganku. Bismillahirrohmaanirrohiim. Kalimat singkat itulah yang selalu terucap dari bibirku ketika akan memulai segala sesuatu.
Tilililit….tililit
“Eh iya, dah siap presentasi kan? Laporan kemarin gimana? Ah, udah deh, mending ntar dibahas di rumah aja ya”
“Putri….” Suara sengau terdengar dari seberang sana.
“Ya?”
“Kayaknya hari ini aku ga kuliah”
Kuhentikan motorku. (more…)
Hello world! January 31, 2008
Posted by arczre in Uncategorized.add a comment
Hello World adalah hal yang pertama kali tertulis di Blog. Hello World juga adalah sebuah permulaan yang akan mengawali setiap langkah dan juga setiap testing dan percobaan terhadap sesuatu. Hello World juga adalah sebuah kalimat yang akan terucap untuk mengawali perkenalan, dan juga pembuktian diri bahwa orang yang mengucapkannya adalah orang-orang yang berani.
Jadi, Hello World. Enjoy saja pikiran dan uneg-unegku tentang novel di blog ini. Semoga kalian menyukainya.